Doa Setelah Sholat Dhuha

Doa Setelah Sholat Dhuha

Selain dari sholat fardhu atau wajib yang diperintahkan Allah SWT, adapula sholat sunnah yang bisa diamalkan oleh setiap muslim. Salah satunya adalah sholat Dhuha. Sholat dhuha sering disebut sebagai sholat awwabin karena sholat ini biasanya dilaksanakan oleh orang-orang yang taat kepada Allah swt. Jadi, orang yang rutin melaksanakan sholat dhuha, dikategorikan sebagai orang yang bertakwa. Adapun yang menyebutkan sholat ini dikenal sebagai sholat sunnah untuk memohon rezeki dari Allah SWT.

Waktu pelaksanaan sholat dari matahari sedang naik setinggi tujuh hasta atau dilakukan dua puluh menit setelah matahari terbit sampai lima belas menit sebelum masuk waktu dzuhur. Atau lebih utama di seperempat waktu siang yaitu sekitar pukul 08. 00 sampai dengan pukul 10.00 WIB pagi.

Adapun tata cara pelaksanaan sholat dhuha sama seperti sholat pada umumnya, yang membedakan hanyalah lafadz niat. Jumlah rakaat dalam sholat dhuha terdiri atas minimal dua rakaat, boleh empat rakaat, enam rakaat, atau delapan rakaat. “Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud)”

Berbagai hal dikemukakan mengenai surah yang di baca ketika sholat dhuha seperti pendapat Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Salim al-Kaf berkata dalam kitab Al-Taqriratus Sadidah sebagai berikut;

و يقرأ فيهما أي في الركعتين من الضحى ما شاء و الأفضل الشمس و الضحى أو الكافرون و الإخلاص

Dalam dua rakaat sholat Dhuha dibaca surah Al-Syamsi, Al-Dhuha, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.

Adapula yang berpendapat seperti dalam kitab Hawasyi Tuhfatil Muhtaj disebutkan bahwa lebih utama membaca surah Al-Syamsi pada rakaat pertama dan surah Al-Dhuha pada rakaat kedua. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dari Uqbah, dia berkata;

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلّم أن نُصلي ركعتي الضحى بسورتيهما بالشمس وضحاها والضحى

Rasulullah Saw memerintahkan kami melaksanakan dua rakaat sholat Dhuha dengan membaca dua surah, yaitu Al-Syamsi dan Al-Dhuha.

Apabila melaksanakan sholat Dhuha lebih dari dua rakaat, maka dua rakaat pertama disunnahkan membaca surah Al-Syamsi dan Al-Dhuha, dan dua rakaat selanjutnya membaca surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.

Ini misalnya kita hendak melaksanakan sholat Dhuha enam rakaat dengan tiga kali salam, maka dua rakaat pertama kita disunnahkan membaca surah Al-Syamsi dan Al-Dhuha, sementara sisa rakaat selanjutnya kita disunnahkan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Selain itu ada keistimewaan sholat dhuha terletak pada doa sholat dhuha. Doa yang dipanjatkan tersebut bertujuan untuk meminta agar dimudahkan rezeki oleh Allah SWT. Berdasarkan hadits Nabi :

Allah berfirman :

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Sholat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Adapun doa setelah sholat dhuha adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

“Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqidhuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”

Releated

Rahasia Manfaat Mengamalkan Ayat Kursi

Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang paling sering sekali kita lafalkan. Namun tahukah anda, ada banyak sekali manfaat yang akan di dapatkan bagi orang yang mengamalkan ayat ini secara rutin. Bahkan selama ini banyak yang beranggapan bahwa kita juga mungkin mendengar cerita dari orang tua ataupun ustad dari Masjid saat kita ngaji bahwa Surat […]